Selidiki Penyebab Ledakan Tungku Smelter pada Morowali, Begini Hasil Investigasi Awal

Adirekso.my.id – JAKARTA – Terkait penyelidikan penyulut terjadinya kecelakaan ledakan tungku smelter pada pabrik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang digunakan beroperasi dalam Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, pemerintah telah lama menurunkan beberapa jumlah tim.

Sejak tanggal 25 Desember 2023, Tim dari Kementerian Koordinator Area Kemaritiman dan juga Penyertaan Modal ( Kemenko Marves ), Kemenaker, serta Kemenperin (Kementerian Perindustrian), Korem, Polda, Polres, kemudian Kodim dan juga pemerintah area telah lama diturunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan juga penyelidikan mendalam.

Dari hasil investigasi awal, terdapat indikasi tindakan yang tersebut melanggar SOP yang dimaksud telah ditetapkan oleh perusahaan, akibatnya terjadi kecelakaan dan juga korban jiwa.

Namun untuk kesimpulan akhir, Menko Marves, Luhut B. Pandjaitan telah lama memohonkan untuk Kapolda Sulawesi Tengah untuk menyelesaikan investigasi yang dimaksud di waktu dua minggu dan juga memohonkan tindakan tegas dari Polri terhadap setiap pelanggaran hukum yang digunakan teridentifikasi.

“Saya minta Polri bertindak cepat juga tegas apabila ada bukti pelanggaran oleh perusahaan. Kejadian sama di dalam GNI tahun lalu telah menjadi pelajaran bahwa kita serius di menegakkan hukum demi keselamatan pekerja. Pokoknya kita tidaklah mau main-main dengan keselamatan manusia,” tegas Luhut.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah juga pernah melakukan investigasi mendalam berhadapan dengan terjadinya insiden kebakaran yang dimaksud terjadi di tempat PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) tahun lalu, dan juga pada waktu ini berkas perkara yang dimaksud telah pada proses diajukan ke persidangan oleh regu penyidik dari Kementerian Tenaga Kerja.

Selanjutnya, Menko Luhut juga menggarisbawahi bahwa pemerintah terus berikrar untuk meningkatkan Tata Kelola Industri, khususnya pada aspek Keselamatan juga Aspek Kesehatan Kerja (K3) lalu Lingkungan Hidup.

Menko Luhut menekankan bahwa tak ada toleransi bagi kegagalan pada menerapkan standar K3 yang dapat membahayakan pekerja kemudian lingkungan. Menko Luhut memerintahkan untuk Menteri Tenaga Kerja serta Menteri Pertambangan untuk meyakinkan SOP kemudian panduan K3 di tempat seluruh smelter nikel pada Indonesia telah dilakukan memadai lalu dilaksanakan dengan baik.

“Prioritas kami adalah keselamatan pekerja. Kami tidaklah akan kompromi dengan kegagalan apapun pada menerapkan standar keselamatan. Organisasi harus bertanggung jawab penuh berhadapan dengan konsekuensi dari insiden ini, serta kami akan meyakinkan keadilan bagi para korban juga keluarga mereka,” pungkas Luhut.

Asal tahu saja, pada dua minggu ke depan, Menko Luhut akan mengadakan rapat koordinasi lanjutan untuk meninjau hasil investigasi lalu menjamin langkah-langkah perbaikan pada pengelolaan bidang kemudian keselamatan kerja di area Indonesia telah lama diimplementasikan dengan efektif.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *