Makin Berkilau, Emas Diprediksi Cetak Rekor Harga Tertinggi Baru di tempat area 2024

Adirekso.my.id – JAKARTA – Emas diprediksi akan mengukir rekor harga jual tertinggi baru tahun depan, didukung fundamental dari inovasi suku bunga Amerika Serikat yang dovish, risiko geopolitik yang dimaksud berkelanjutan, juga pembelian oleh bank sentral.

Sementara itu, pada tahun ini emas spot berada pada jalur yang dimaksud tepat untuk membukukan kenaikan tahunan sebesar 13%. Kemampuan emas tahun 2023 dinilai sebagai tahun terbaik sejak tahun 2020, di area mana emas diperdagangkan dengan harga jual sekitar USD2.060 per ounce.

“Sebagai langkah lanjut dari kinerja yang tersebut sangat kuat pada tahun 2023, kami meninjau kenaikan tarif lebih banyak lanjut pada tahun 2024, didorong oleh kesempatan trifecta untuk mengejar dana lindung nilai, bank sentral yang tersebut terus membeli emas fisik dengan kecepatan tinggi, juga tidaklah terkecuali permintaan baru dari pemodal ETF,” Kata Ole Hansen dari Saxo Bank seperti dilansir Reuters, diambil Hari Sabtu (30/12/2023).

Pada 4 Desember, nilai tukar emas mencapai rekor tertinggi USD2.135,40 di tempat berada dalam ramalan pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat pada awal tahun 2024 pasca adanya pandangan dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, melampaui rekor sebelumnya yang mana dicapai pada tahun 2020.

Logam mulia hampir mencapai tingkat yang tersebut belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Mei tahun ini ketika krisis perbankan regional Amerika Serikat mulai terjadi. Pada bulan Oktober, nilai tukar telah lama turun mendekati USD1.800 per ounce sampai permintaan safe-haven yang tersebut dipicu oleh konflik Israel-Hamas memicu kenaikan lainnya.

Investor kembali ke dana yang mana diperdagangkan di tempat bursa SPDR Gold Shares, yang mana membukukan arus masuk bersih lebih banyak dari USD1 miliar pada bulan November.

Jajak pendapat Media Reuters pada bulan Oktober memperkirakan nilai rata-rata akan mencapai USD1.986,50 pada tahun 2024. Sejauh ini nilai tukar rata-rata sudah pernah berada dalam menghadapi USD1,950 pada tahun 2023, dalam melawan biaya rata-rata tahunan sebelumnya.

JP Morgan mengamati adanya “peningkatan reli” untuk emas pada pertengahan tahun 2024, dengan target puncak USD2.300 pada perkiraan penurunan suku bunga. Sementara UBS memperkirakan rekor USD2.150 pada akhir tahun 2024 apabila pemotongan terjadi.

Dewan Emas Dunia, pada proyeksinya pada tahun 2024, memproyeksikan bahwa penurunan sekitar 40 hingga 50 basis poin pada imbal hasil dengan jangka waktu yang dimaksud lebih besar lama, setelahnya penurunan suku bunga sebesar 75-100 poin, dapat memunculkan kenaikan sebesar 4% pada emas.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *