Viral iPad Raib di dalam area Bus, Pengamat: Penumpang Harus Lebih Hati-hati

Adirekso.my.id – JAKARTA – Viral dalam media sosial pribadi penumpang bus Rosalia Indah yang mengaku kehilangan gawainya di perjalanan dari Wonosobo-Ciputat. Hal ini kemudian menjadi perhatian pengamat transportasi Darmaningtyas. Dalam pengamatannya, pada tindakan hukum ini kelalaian bukanlah pada pihak operator bus. Menurut Darmaningtyas, pengemudi serta awak bus tiada mungkin saja menjaga barang bawaan pribadi kemudian berharga milik penumpang satu persatu.

“Tanggung jawab pengemudi itu adalah mengantarkan sampai tujuan dengan selamat, tidak menjaga barang. Itu yang dimaksud selalu juga ditulis pada tiket kemudian aturan operator bus. Itu kesalahannya ada di area penumpang. Barang berharga kok naruh pada bagasi kabin. Saya, yang digunakan namanya laptop, HP, kalau naik pesawat, kereta, bus, pasti saya kekepi,” ujar Darmaningtyas di pernyataannya, dikutipkan Awal Minggu (1/1/2023).

Menurut ia semua moda transportasi baik darat, laut, lalu udara setiap saat memberitahukan agar menjaga barang bawaan juga barang berharga pada penumpang. Kehilangan tidak menjadi tanggung jawab operator bus. Penumpang bus harus setiap saat berhati-hati oleh sebab itu bus adalah area publik.

“Apalagi kalau itu berisi data-data, telah tahu itu satu, elektronik itu mahal, kedua datanya itu langka, kok nggak dijaga. Jadi kalau sampai sekarang masih mempersoalkan, ya tak bisa,” sambungnya.

Darmaningtyas menambahkan, jikalau ingin menuntut ganti merugi pada operator bus, penumpang yang tersebut mengaku kehilangan barang berharganya harus melapor ke polisi. Namun sejauh ini sangat jarang penumpang yang mana melakukannya.

“Karena beliau sadar, kalau lapor polisi, terus ternyata dalam tiketnya ada kalimat seperti itu bahwa barang hilang serta rusak bukanlah menjadi tanggung jawab operator, Dia akan kalah, serta sampai pengadilan pun akan kalah. Jadi ia harus merelakan barangnya menghadapi kelalaiannya sendiri, tidak kelalaian operator,” ucapnya.

Sebagai informasi, pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia/PM RI No. 15 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek, regulator mengatur aspek keselamatan seperti laik jalan kemudian pemenuhan persyaratan teknis. Sedangkan untuk aspek lainnya seperti layanan keamanan barang, adalah barang yang dimaksud berada pada bagasi. Regulasi tiada mengatur ganti kehilangan barang bawaan pribadi dan juga berharga milik penumpang sebab akan berdampak pada iklim bidang usaha transportasi.

“Karena gini logikanya, kenapa nggak diatur? Karena kalau diatur begitu, lalu semua penumpang mengaku kehilangan barangnya, dapat bangkrut dong. Makanya yang diatur adalah perihal keselamatan penumpang saja,” tegasnya.

Lebih lanjut Darmaningtyas menilai, tersebar luas perkara ini tidak ada akan berpengaruh pada minat penumpang bus Antar Perkotaan Antar Provinsi (AKAP), sejauh operator terus memberikan pelayanan yang mana baik terhadap penumpang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *