Demi Melindungi Investor, OJK Awasi Pergerakan Harga Saham Tak Wajar

Adirekso.my.id – JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) berupaya untuk terus meningkatkan pemeliharaan masyarakat, khususnya para pemodal . Hal ini sejalan dengan langkah OJK di meningkatkan integritas, kredibilitas, serta good governance habitat pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyampaikan bahwa pihaknya akan mempercepat penyelesaian pemeriksaan kemudian pengaturan sanksi terintegrasi untuk lembaga jasa keuangan. Baca juga: OJK Luncurkan Peta Jalan untuk Awasi Pelaku Jasa Keuangan

Mahendra menyebut, pengamanan penduduk khususnya pemodal sekarang ini menjadi fokus utama, pada antaranya dengan pengawasan perilaku pelaku jasa keuangan atau market conduct. Di mana, seluruh anomali atau unusual market activities (UMA) termasuk pergerakan nilai saham yang tersebut tidak ada normal.

“Itu pasti dikaji, dianalisis, juga dipantau ketat. Sehingga menjamin bukan terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang mana berlaku,” kata Mahendra di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2024 pada Gedung BEI DKI Jakarta pada Selasa (2/1/2024).

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang dimaksud menyampaikan, sejak awal, anggota Dewan Komisioner periode ketiga ini ditugaskan untuk mengkaji dan juga memutuskan seluruh hambatan yang tersebut terjadi dalam setiap bidang lalu bidang jasa keuangan. Hal itu dijalankan melalui proses yang mana terintegrasi lalu solid.

“Tentunya dengan masih menjunjung kewenangan pengawasan yang mana berada pada anggota Dewan Komisioner lalu Kepala Eksekutif bidang berkaitan,” ujar Mahendra.

Ia menjelaskan, jikalau terdapat aktivitas nilai saham yang mana disinyalir mempunyai kegiatan perdagangan yang mana tidak ada wajar, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan pendalaman. Sementara OJK juga akan dengan segera melakukan pengkajian, pendalaman, analisis, dan juga mengawasi semua latar belakang serta situasi itu dengan sangat dalam.

“Untuk menjamin bahwa ini bukanlah oleh sebab itu situasi yang digunakan berkaitan dengan pelanggaran, jadi esensinya itu, tidak untuk naik turunnya nilai itu sendiri, kalau itu memang benar pasar,” tutur Mahendra.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *