Pos Indonesia Salurkan Bantuan Beras pada 18 Provinsi

Adirekso.my.id – CILACAP – otoritas melanjutkan pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Beras eksekutif (BP-CBP) di tempat 38 provinsi dengan alokasi sebanyak 22.004.077 penerima atau 220.040.770 kilogram (kg) beras per bulan. Setiap penerima akan mendapatkan 10 kg beras. Bantuan ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu Januari hingga Juni 2024.

Salah satu mitra pemerintah untuk penyaluran BP-CBP adalah PT Pos Indonesia (Persero). Pada 2024, BUMN tertua ini mendapatkan alokasi penyaluran di area 18 provinsi untuk 13.415.219 penerima bantuan pangan (PBP) per bulan atau setara dengan 62% alokasi nasional per bulan. Di antara provinsi penerima ialah Jawa Tengah juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Adapun alokasi untuk Jawa Tengah sebesar 3.525.993 PBP atau sebanyak 35.259.930 kg beras. Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) hadir pada kegiatan launching penyaluran di dalam Gudang Bulog Gumilir Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024). Didampingi Iriana Jokowi , Menteri Perhubungan Budi Karya, juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Presiden menyapa 1.000 penerima BP-CBP yang digunakan telah hadir berkumpul gudang Bulog Gumilir. “Yang (bantuan) Januari sudah ada diterima, ya. Nanti akan terus berlanjut pada Februari, Maret. Nanti kalau APBN cukup dilanjut lagi April, Mei, Juni,” kata Presiden.

Kemudian, pada 3 Januari 2024, launching akan dilanjutkan dalam Gudang Bulog Klahang Banyumas, serta berakhir di area Gudang Bulog Munjung Agung, Tegal. Dari ketiga wilayah yang digunakan akan di-launching Presiden tersebut, Kota Cilacap mendapat alokasi 192.767 PBP, Wilayah Banyumas sebanyak 257.059 PBP, Pusat Kota Tegal sebanyak 19.134 PBP, juga Kota Tegal 131.045 PBP.

“Total penerima sebanyak 22 juta. Pos mendapat alokasi penyaluran 13.415.000 yang tersebut tersebar di tempat 18 provinsi. Jadi itu setara dengan 65 persen secara nasional,” kata Direktur Bisnis Dan Kurir Logistic Pos Indonesia Tonggo Marbun.

Mekanisme penyaluran bantuan dilaksanakan dengan rekonsiliasi data penerima terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan berkoordinasi bersatu pemerintah tempat lalu aparat setempat.

“Setelah semua siap, kami melakukan pemanggilan para penerima berkoordinasi dengan pemda setempat. Juga berkoordinasi dengan Bulog terkait ketersediaan beras,” lanjutnya.

Dalam mendistribusikan BP-CBP ini Pos Indonesia menerapkan tiga metode. Ketiganya, yaitu dibagikan di area Kantorpos, pada komunitas, kemudian diantarkan segera ke rumah bagi penerima berusia lansia, disabilitas, maupun sedang sakit.

Pos Indonesia pada mendistribusikan bantuan beras ini menerapkan teknologi digital sebagai aplikasi mobile Pos Giro Cash (PGC). Dengan menggunakan PGC, penerima yang mana telah lama mendapatkan bantuan dapat diketahui dari foto diri dengan dengan identitas yang dimaksud dibawa yaitu KTP/KK (fitur face recognition). PGC juga menyertakan geotagging, yaitu menyertakan lokasi penerima mendapatkan bantuan, sehingga dapat dilacak melalui peta.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *